BLOG KOE SEMOGA DAPAT MEMBANTOE SOEDARA KOE DALAM MASALAH TENTANG BLOG DAN SEMOGA DIBERKAHI OLEH TUHAN YME
Pedang Allah Yang Terhunus: Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘Anhu
Khalid Setelah Masuk Islam
Khalid ikut dalam perang bersama kaum muslimin untuk pertama kalinya dalam Perang Mu’tah melawan Gassasanah dan
Romawi. Dalam perang tersebut tiga orang panglimanya mati syahid.
Mereka adalah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin
Rawwahah. Maka dengan cepat Tsabit bin Arqam mengangkat tinggi-tinggi
bendera komando. Kemudian dia mendatangi Khalid sembari berkata,
“Ambillah bendera ini wahai Abu Sulaiman.” Khalid merasa dirinya
bukanlah orang yang berhak mengambil bendera itu, maka dia menolak
sembari berkata, “Aku tidak akan mengambil bendera, engkau lebih berhak
mengambilnya, karena engkau lebih tua dan telah ikut dalam Perang
Badar.”
Tsabit menjawab, “Ambillah, karena
engkau lebih tahu dan berpengalaman tentang peperangan dibanding aku.
Demi Allah, Aku tidak mengambilkan bendera itu kecuali untukmu.”
Kemudian dia berteriak di antara kaum muslimin, “Apakah kalian rela
kepemimpinan Khalid?” Mereka menjawab serempak, “Ya.”
Lalu Khalid mengambil bendera itu, dan
bersamanya Allah menyelamatkan tentara muslimin. Khalid berkata, “Aku
telah mematahkan sembilan pedang. Tidak ada yang tidak patah di tanganku
selain pedang dari Yaman (Jenis pedang yang lebar mata pedangnya).”
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam mendengar kabar dari para sahabat tentang perang itu, beliau
berkata, “Zaid telah mengambil bendera itu kemudian dia terbunuh, lalu
Ja’far mengambil bendera, dia juga terbunuh, dan setelah itu Ibnu
Rawwahah mengambil bendera itu, tapi dia juga terbunuh -Nabi berkata
dengan berlinang air mata-, sampai akhirnya bendera diambil oleh salah
seorang pedang Allah, sehingga Allah membuka hati mereka.”
Maka setelah hari itu Khalid bin Walid dijuluki Saifullah (Sang Pedang Allah).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
kemudian memerintahkan Khalid untuk memimpin salah satu pasukan Islam
yang bergerak untuk membuka Makkah. Beliau juga menggunakannya untuk
menangkap secara rahasia Ukaidar, raja di Daumatul Jandal, pada saat
Perang Tabuk.
Khalid juga berada di barisan paling
depan tentara muslimin pada Perang Hunain di Bani Sulaim. Pada waktu itu
dia terluka, sehingga Rasulullah memintanya kembali. Namun dia tidak
mempedulikan lukanya itu. Lalu Beliau mengirim Khalid kepada Ukaidar bin
Abdul Malik, raja Daumatul Jandal. Dia menawan raja itu dan membawanya
ke hadapan Rasulullah. Kemudian raja itu sepakat untuk membayar jizzah, lalu dia diperkenankan pulang ke negaranya.
Pada tahun ke sepuluh, Khalid dikirim
oleh Rasulullah ke Bani Harits bin Ka’ab bin Madzhij. Kemudian beberapa
orang dari mereka datang bersama Khalid kepada Rasulullah. Lalu mereka
masuk Islam. Setelah itu mereka kembali kepada kaum mereka di Najran.
Perannya dalam Memerangi Orang-orang Murtad
Setelah Nabi wafat, khalifah Abu Bakar
:memerintahkan Khalid bin Walid untuk memerangi orang-orang murtad.
Pertama kalianya dia dan pasukannya menghadapi seorang wanita Sujah yang
mengaku Nabi, kemudian Musailamah Al-Kadzdzab, yang merupakan orang
yang paling berbahaya dalam mengaku-ngaku Nabi. Karena dia memiliki
banyak pengikut dan tentara. Terjadi pertempuran yang sengit antara
kedua belah pihak, yang berakhir dengan kekalahan Bani Hanifah dan
terbunuhnya Musailamah. Dalam pertempuran itu Malik bin Nuwairah yang
dituduh murtad juga terbunuh. Namun orang-orang berbeda pendapat
mengenai terbunuhnya Malik bin Nuwairah. Dikatakan bahwa dia terbunuh
dalam keadaan Islam karena salah sangka Khalid saja dan perkataan yang
didengar darinya. Akan tetapi Abu Qatadah mengingkarinya dan dia
bersumpah bahwa dia tidak berperang di bawah panjinya. Dan Umar bin
Khathab juga mengingkari hal itu.
Perannya Dalam Membuka Negara Persia
Setelah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu
menyelesaikan urusan orang-orang yang murtad -yang hampir saja memecah
belah umat dan Islam, khalifah pertama ini mengarahkan pandangannya ke
Irak. Dia ingin mengamankan batas wilayah pemerintahan Islam, dan
menghancurkan kekuatan Persia yang mengintai Islam di sana.
Khalid bin Walid adalah komandan di
barisan paling depan yang dikirim Abu Bakar untuk melaksanakan misi ini.
Dalam misi ini Khalid mampu mendapatkan banyak kemenangan atas Persia,
dia terus merangsek maju sehingga pembukaannya mencapai sebagian besar
dari daerah Irak. Kemudian dia mengerahkan pasukannya menuju Anbar untuk
dibukanya. Tetapi penduduk Anbar sangat kuat penjagaannya. Di
sekeliling daerah itu dibuat parit atau galian besar yang sulit
dilewati. Namun Khalid tidak kehilangan akal, dia perintahkan tentaranya
untuk memanah mata tentara penjaga parit. Sehingga kurang lebih seribu
mata mereka terluka. Kemudian dia sengaja menyembelih onta yang lemah
dan kurus, lalu menjatuhkannya di dalam parit yang jaraknya paling
sempit sehingga menjadi jembatan yang bisa dilewati olehnya dan pasukan
berkuda Muslimin di bawah derasnya panah yang dilepaskan para pemanahnya
untuk melindungi mereka dari para musuh yang mengintai mereka dari atas
tembok benteng yang tinggi dan kokoh. Ketika panglima Persia melihat
apa yang dilakukan Khalid dan tentaranya maka mereka minta berdamai. Dan
jadilah Anbar dalam genggaman kaum muslimin.
Kemudian Khalid dan pasukannya menuju
Ainut Tamar dimana orang-orang Persia banyak berkumpul di sana dan
mendapat bantuan dari beberapa kabilah Arab. Ketika pasukan Khalid yang
ada di barisan terdepan tiba, orang-orang itu melarikan diri, dan
sebagian dari mereka mengungsi ke benteng. Khalid dan pasukannya
mengepung benteng sampai akhirnya mereka yang ada di dalamnya menyerah.
Kemudian Khalid menunjuk Uwaim bin Kahil Al-Aslami sebagai penanggung
jawab Ainut Tamar. Setelah itu Khalid dan pasukannya menuju Daumatul
Jandal dan membuka daerah itu.
Perannya dalam Membuka Negara Syam (Syiria)
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bermaksud
mengarahkan penaklukkannya ke Syam setelah Khalid bin Walid berhasil
menancapkan kakinya di Irak dan kemenangannya yang besar atas Persia.
Khalid merupakan panglimanya yang telah melempar para musuhnya dimanapun
tempat. Sehingga dia berkata mengenai panglimanya itu, “Sungguh, Romawi
akan melupakan gangguan setan disebabkan Khalid bin Walid.”[5]
Khalid tidak mengecewakan dugaan Abu Bakar ini, karena dia mampu sampai
di Syam dalam waktu yang sebentar untuk menolong kaum muslimin di sana
setelah dia menempuh jalan pintas melalui gurun pasir Samawah.
Sebelum sampai di Syam, Khalid bin Walid
mengumpulkan tentara Muslimin di bawah satu bendera agar mereka mampu
menghadapi dan melawan musuh mereka. Khalid mengatur ulang formasi
tentara. Dia membagi tentara menjadi beberapa batalion supaya tampak
banyak di mata musuh. Dia jadikan setiap komandan pasukan kaum Muslimin
pimpinan sejumlah batalion. Dia menempatkan Abu Ubaidah di tengah dengan
membawahi delapan belas batalion. Bersamanya Ikrimah bin Abu Jahal dan
Qa’qa’ bin Amru. Dia menempatkan Amr bin Ash di sebelah kanan dengan
membawahi sepuluh batalion. Dia ditemani oleh Syurahbil bin Hasanah.
Kemudian dia tempatkan Yazid bin Abu Sufyan di sebelah kiri membawahi
sepuluh batalion.
Pasukan Muslimin dan pasukan Romawi
bertemu di lembah Yarmuk. Pasukan Muslimin menyerang pasukan Romawi
dengan serangan yang dahsyat. Mereka mendapat keberuntungan, hingga
akhirnya mendapatkan kemenangan. Sebelum peperangan, terdengar kabar
bahwa Khalifah Abu Bakar wafat dan khalifah digantikan oleh Umar bin
Khathab radhiyallahu ‘anhu. Khalifah kedua ini mengirimkan surat kepada
Abu Ubaidah bin Jarah yang berisi perintah untuk memimpin tentara
menggantikan Khalid. Karena orang-orang telah terpesona oleh Khalid
sehingga mereka berprasangka bahwa kemenangan tidak akan dapat diraih
kecuali di bawah kepemimpinannya, maka Abu Ubaidah lebih mengutamakan
untuk menyembunyikan surat itu sampai berakhirnya peperangan, yang
berakhir dengan kemenangan di bawah kepemimpinan Khalid. Dalam
peperangan ini kurang lebih tiga ribu pasukan Muslimin yang menjadi
syuhada. Di antara mereka terdapat banyak dari para sahabat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Peranan Khalid tidak berhenti sampai di
sini, meskipun Khalifah Umar bin Khathab menggantikan dia dengan Abu
Ubaidah sebagai pemimpin pasukan. Tetapi dia terus berperang di tengah
barisan kaum Muslimin dan masuk di dalam barisan pasukan berkuda. Dia
termasuk pahlawan perang yang tidak tertandingi dalam sejarah.
Khalid punya peran utama dalam membuka
Damaskus, Homsh, dan Qinnisrin. Dan dia tidak menjadi lemah menjadi
salah satu tentara kaum muslimin setelah sebelumnya menjadi panglima dan
pimpinan mereka. Karena tujuan utama yang ingin diraihnya adalah
berjihad di jalan Allah, yang senantiasa dia lantunkan di manapun tempat
dan kondisi.
Songkok Khalid bin Walid
Di songkok Khalid bin Walid -yang dia
gunakan dalam berperang- terdapat beberapa helai rambut Rasulullah
dimana Khalid selalu minta pertolongan dan berkahnya. Karenanya, dia
selalu diberi kemenangan. Kisahnya pada saat haji Wada’, ketika
Rasulullah memotong rambutnya, Nabi memberikan kepada Khalid beberapa
helai rambut di dahi beliau. Lalu Khalid memasangnya di depan ujung
songkoknya. Ketika songkok itu terjatuh pada Perang Yarmuk, dia
mencarinyanya dengan sekuat tenaga dan orang-orang pun ikut serta
mencarinya; ketika Khalid dicela karena hal itu, maka dia berkata,
“Sesungguhnya di songkok tersebut terdapat beberapa helai rambut
Rasulullah dan aku selalu berharap baik dan minta pertolongan
dengannya.”
Perkataan Khalid bin Walid Sebelum wafatnya
Khalid bin Walid meninggal di Homsh pada
tanggal 18 Ramadhan tahun 21 Hijriyah bertepatan dengan 20 Agustus 642
Masehi. Ketika kematian hendak menjemputnya, dari kedua matanya mengalir
air mata yang panas karena sangat sedih. Air matanya keluar bukan
karena dia takut dengan kematian; karena selama ini dia menghadapi
kematian dengan ketajaman pedangnya di setiap peperangan, dia membawa
nyawanya di atas ujung tombaknya. Akan tetapi kesedihan dan tangisannya
dikarenakan dia sangat merindukan perang; dia merasa tersiksa karena
harus mati di atas ranjangnya. Padahal selama ini dia selalu mendatangi
medan-medan peperangan dan menjadikan hati para musuh gemetar dan ngeri
karena sepak terjangnya, dan bumi di bawah kaki mereka terasa
berguncang. Perkataan terakhir Khalid mengungkapkan rasa sedih dan
sesalnya seperti ini, “Aku telah datang di banyak peperangan, dan aku
hanya menginginkan sayatan pedang di tubuhku, lemparan panah, atau
tusukan tombak. Jika aku mati di atas ranjangku, maka seperti matinya
seekor onta, dan mata orang-orang takut tidak akan tidur.” [6]
Dan, ketika Khalifah Umar bin Khathab
mendengar berita wafatnya, dia berkata, “Biarkan para wanita Bani
Makhzum menangisi Abu Sulaiman, karena sesungguhnya mereka tidak
berdusta, sesungguhnya orang seperti Abu Sulaiman akan ditangisi oleh
siapa pun.”
Foot Note:
[5] Ath-Thabari, Tarikh Ar-Rusul wal Muluk (3/408)
[6] Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah (7/129)
Sumber: Dikutip dari ‘Para Penakluk
Muslim Yang Tak Terlupakan’, Tamir Badar, Pengantar: Dr.Raghib As
Sirjani, Penerbit al Kautsar
Tulang Ekor (Sulbi) Manusia dan Hadist Nabi Muhammad S.A.W
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabat tahu tulang sulbi manusia? Ya, itu tulang yang berada pada setiap manusia. Sahabat mau tahu seperti apa? Coba dilihat di bawah ini:
Tulang sulbi atau dengan bahasa Inggrisnya adalah Coccyx ini adalah bagian tulang dari tubuh manusia. Terletak pada bagian terbawah dari tulang belakang.
Tulang sulbi ini adalah tulang yang pertama kali ketika manusia diciptakan oleh Allah. Dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari akhir. Hebatnya lagi tulang sulbi ini tak akan hancur dimakan tanah.
Tulang sulbi sering disebutkan dalam hadits yaitu, dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Sesungguhnya bagian tubuh manusia akan rusak, kecuali “tulang sulbi”, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dan ada satu lagi hadits tentang tulang sulbi ini:
Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)
Fakta, bahwa hadits ini benar, seorang dokter yang berama Dr. Othman Al-Djilani dan syaikh Abdul Majid melakukan sebuah eksperimen terhadap tulang sulbi ini. Pada bulan Ramadhan 1423 atau sama dengan 2002 di tahun Masehi di Yaman.
Mereka berdua memanggang tulang punggung berikut juga dengan tulang sulbi. Dengan gas selama 10 menit hingga sampai benar-benar terbakar (tulang-tulang berubah menjadi mereha kemudian menghitam).
Kemudian mereka berdua meletakkan potongan-potongan yang telah gosong itu pada kotak steril.
Kemudian kotak steril itu mereka bawa ke labolatorium analisa terkenal di Sanaa, Yaman. Nama labolatorium itu adalah (Al Olaki Labolatory) –> Oke, tak perlu dihapal, tidak ada dalam UN kok. Hehe
Dr. Al Olaki, juga merupakan seorang professor di bidang histologi dan pathologi di Sanaa University, di Yaman. Ia menganalisa hasil potongan-potongan tulang tersebut dan menemukan bahwa sel-sel pada jaringan tulang sulbi (coccyx) dapat bertahan terhadap pembakaran.
Ternyata hanya sel-sel otot, sumsum, dan jaringan lemak saja yang terbakar. Sementara sel-sel tulang sulbi tidak terpengaruh.
Percobaan yang diatas ini membuktikan bahwa, hadits itu benar. Tulang sulbi akan tetap akan. Tak dimakan tanah, tak hancur terbakar, tahan pada kondisi apapun. SubhanaAllah bukan? Itulah, hebatnya Allah.
Jika kita gali ilmu-ilmu-Nya betapa kecilnya kita ini dihadapan Allah. Dunia saja ibarat butiran-butiranpasir. Bagaimana dengan kita yang lebih kecil daripada bumi? Sungguh Allah itu maha besar maha mengetahui.
1400 tahun yang silam Nabi sudah bersabda tentang tulang sulbi ini. Sudah terbukti hingga sekarang! So, kenapa harus ragu sama Allah ?
Kisah Menakjubkan Ummu Sulaim Saat Ditinggal Mati Anaknya
Berikut adalah kisah Ummu Sulaim (nama asli: Rumaysho atau
Rumaisa) yang menakjubkan di mana ia begitu bersabar saat ditinggal
mati anaknya. Lihat kisah ini dan gali pelajaran menarik di dalamnya.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa
putera Abu Tholhah sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar, lalu puteranya
tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh puteraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.”
Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia
pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi
istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan
kabar meninggalnya puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Tholhah
mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang hal itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.”
Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dengan meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah. (HR. Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).
Dalam riwayat Muslim disebutkan,
Dari Anas, ia berkata mengenai putera dari Abu Tholhah dari istrinya
Ummu Sulaim. Ummu Sulaim berkata pada keluarganya, “Jangan beritahu Abu
Tholhah tentang anaknya sampai aku yang memberitahukan padanya.”
Diceritakan bahwa ketika Abu Tholhah pulang, istrinya Ummu Sulaim
kemudian menawarkan padanya makan malam. Suaminya pun menyantap dan
meminumnya. Kemudian Ummu Sulaim berdandan cantik yang belum pernah ia
berdandan secantik itu. Suaminya pun menyetubuhi Ummu Sulaim. Ketika
Ummu Sulaim melihat suaminya telah puas dan telah menyetubuhi dirinya,
ia pun berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada suatu kaum meminjamkan
sesuatu kepada salah satu keluarga, lalu mereka meminta pinjaman mereka
lagi, apakah tidak dibolehkan untuk diambil?” Abu Tholhah menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.” Abu Tholhah lalu marah kemudian berkata, “Engkau biarkan aku tidak mengetahui hal itu hinggga aku berlumuran janabah, lalu engkau kabari tentang kematian anakku?” Abu Tholhah pun bergegas ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan apa yang terjadi pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendo’akan, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua dalam malam kalian itu.” Akhirnya, Ummu Sulaim pun hamil lagi. (HR. Muslim no. 2144).
Kisah di atas menunjukkan keutamaan sahabat Ummu Sulaim. Dari kisah di atas kita bisa melihat bagaimana kuatnya kesabaran Ummu Sulaim atau Rumaysho, sungguh ia begitu penyabar. Sampai-sampai ketika puteranya meninggal dunia pun, ia bisa bersabar seperti itu. Ketika dapat musibah kala itu, ia tetap melayani suaminya seperti biasa, bahkan ia pun berdandan begitu istimewa demi memuaskan suaminya di ranjang. Tatkala suaminya puas, baru ia kabarkan tentang kematian puteranya. Subhanallah … Sungguh kesabaran yang luar biasa.
Beberapa faedah lainnya dari kisah di atas:
1- Dianjurkan istri untuk berhias diri untuk suaminya dengan dandan yang istimewa. Namun yang terjadi di kebanyakan wanita saat ini, mereka hanya mau berdandan ketika di depan orang banyak saat keluar rumah, bukan di hadapan suaminya. Cobalah ambil teladan dari kisah Rumaysho di atas yang ia masih mau berdandan cantik walau sedang dirundung duka.
2- Istri harus bersungguh-sungguh dalam berkhidmat pada suami dan membantu mengurus hal-hal yang bermasalahat bagi suami seperti yang dilakukan Ummu Sulaim pada suaminya dengan menyediakan makan malam.
3- Mustajabnya do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mendo’akan keberkahan bagi malam Ummu Sulaim dan Abu Tholhah, akhirnya mereka pun dikaruniai lagi seorang anak.
4- Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah ganti dengan yang lebih baik. Lihatlah Ummu Sulaim begitu ridho dan penyabar dengan ketentuan Allah sehingga ia pun dikaruniai putera yang dinamakan ‘Abdullah. Bahkan dari ‘Abdullah inilah lahir sembilan keturunan yang kesemuanya para penghafal Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya. Bahkan mereka menjadi para ulama sebagaimana disebutkan Imam Nawawi rahimahullah.
5- Disunnahkan ridho terhadap takdir yang terasa pahit.
6- Sesuatu yang bisa menguatkan sabar adalah dengan seseorang mengenal dirinya sendiri bahwasanya ia berasal dari sesuatu yang tidak ada. Manusia adalah milik Allah. Yang manusia miliki hanyalah titipan dari Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil.
7- Disunnahkan melakukan tahnik dengan mengunyah kurma dan dimasukkan dalam langit-langit mulut bayi. Hal ini juga disunnahkan berdasarkan ijma’ atau kesepakatan para ulama. Lalu siapakah yang melakukan tahnik, bisa ditelusuri di sini.
8- Disunnahkan memberi nama pada si buah hati pada hari lahirnya.
9- Disunnahkan memberi nama yang terbaik bagi anak dan sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah.
10- Boleh meminta orang sholih untuk memberikan nama pada anak.
11- Hendaknya memberi kabar kematian pada orang lain dengan lemah lembut.
12- Boleh menggunakan kata-kata kiasan yang seolah-olah mengandung dusta ketika hajat (dibutuhkan).
Semoga Kisah Nyata Diatas Menjadi Hikmah dan Pelajaran Bagi Kita Semua.. Amin
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه –
قَالَ كَانَ ابْنٌ لأَبِى طَلْحَةَ يَشْتَكِى ، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ ،
فَقُبِضَ الصَّبِىُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ مَا فَعَلَ
ابْنِى قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ هُوَ أَسْكَنُ مَا كَانَ . فَقَرَّبَتْ
إِلَيْهِ الْعَشَاءَ فَتَعَشَّى ، ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا ، فَلَمَّا فَرَغَ
قَالَتْ وَارِ الصَّبِىَّ . فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى
رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ «
أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ » . قَالَ نَعَمْ . قَالَ « اللَّهُمَّ بَارِكْ
لَهُمَا » . فَوَلَدَتْ غُلاَمًا قَالَ لِى أَبُو طَلْحَةَ احْفَظْهُ
حَتَّى تَأْتِىَ بِهِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَأَتَى بِهِ
النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَرْسَلَتْ مَعَهُ بِتَمَرَاتٍ ،
فَأَخَذَهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « أَمَعَهُ شَىْءٌ »
. قَالُوا نَعَمْ تَمَرَاتٌ . فَأَخَذَهَا النَّبِىُّ – صلى الله عليه
وسلم – فَمَضَغَهَا ، ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِى فِى
الصَّبِىِّ ، وَحَنَّكَهُ بِهِ ، وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ .
Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dengan meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah. (HR. Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).
Dalam riwayat Muslim disebutkan,
عَنْ أَنَسٍ قَالَ مَاتَ ابْنٌ لأَبِى
طَلْحَةَ مِنْ أُمِّ سُلَيْمٍ فَقَالَتْ لأَهْلِهَا لاَ تُحَدِّثُوا أَبَا
طَلْحَةَ بِابْنِهِ حَتَّى أَكُونَ أَنَا أُحَدِّثُهُ – قَالَ – فَجَاءَ
فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ عَشَاءً فَأَكَلَ وَشَرِبَ – فَقَالَ – ثُمَّ
تَصَنَّعَتْ لَهُ أَحْسَنَ مَا كَانَ تَصَنَّعُ قَبْلَ ذَلِكَ فَوَقَعَ
بِهَا فَلَمَّا رَأَتْ أَنَّهُ قَدْ شَبِعَ وَأَصَابَ مِنْهَا قَالَتْ يَا
أَبَا طَلْحَةَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ قَوْمًا أَعَارُوا عَارِيَتَهُمْ
أَهْلَ بَيْتٍ فَطَلَبُوا عَارِيَتَهُمْ أَلَهُمْ أَنْ يَمْنَعُوهُمْ قَالَ
لاَ. قَالَتْ فَاحْتَسِبِ ابْنَكَ. قَالَ فَغَضِبَ وَقَالَ تَرَكْتِنِى
حَتَّى تَلَطَّخْتُ ثُمَّ أَخْبَرْتِنِى بِابْنِى. فَانْطَلَقَ حَتَّى
أَتَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا
فِى غَابِرِ لَيْلَتِكُمَا ». قَالَ فَحَمَلَتْ
Kisah di atas menunjukkan keutamaan sahabat Ummu Sulaim. Dari kisah di atas kita bisa melihat bagaimana kuatnya kesabaran Ummu Sulaim atau Rumaysho, sungguh ia begitu penyabar. Sampai-sampai ketika puteranya meninggal dunia pun, ia bisa bersabar seperti itu. Ketika dapat musibah kala itu, ia tetap melayani suaminya seperti biasa, bahkan ia pun berdandan begitu istimewa demi memuaskan suaminya di ranjang. Tatkala suaminya puas, baru ia kabarkan tentang kematian puteranya. Subhanallah … Sungguh kesabaran yang luar biasa.
Beberapa faedah lainnya dari kisah di atas:
1- Dianjurkan istri untuk berhias diri untuk suaminya dengan dandan yang istimewa. Namun yang terjadi di kebanyakan wanita saat ini, mereka hanya mau berdandan ketika di depan orang banyak saat keluar rumah, bukan di hadapan suaminya. Cobalah ambil teladan dari kisah Rumaysho di atas yang ia masih mau berdandan cantik walau sedang dirundung duka.
2- Istri harus bersungguh-sungguh dalam berkhidmat pada suami dan membantu mengurus hal-hal yang bermasalahat bagi suami seperti yang dilakukan Ummu Sulaim pada suaminya dengan menyediakan makan malam.
3- Mustajabnya do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mendo’akan keberkahan bagi malam Ummu Sulaim dan Abu Tholhah, akhirnya mereka pun dikaruniai lagi seorang anak.
4- Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah ganti dengan yang lebih baik. Lihatlah Ummu Sulaim begitu ridho dan penyabar dengan ketentuan Allah sehingga ia pun dikaruniai putera yang dinamakan ‘Abdullah. Bahkan dari ‘Abdullah inilah lahir sembilan keturunan yang kesemuanya para penghafal Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya. Bahkan mereka menjadi para ulama sebagaimana disebutkan Imam Nawawi rahimahullah.
5- Disunnahkan ridho terhadap takdir yang terasa pahit.
6- Sesuatu yang bisa menguatkan sabar adalah dengan seseorang mengenal dirinya sendiri bahwasanya ia berasal dari sesuatu yang tidak ada. Manusia adalah milik Allah. Yang manusia miliki hanyalah titipan dari Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil.
7- Disunnahkan melakukan tahnik dengan mengunyah kurma dan dimasukkan dalam langit-langit mulut bayi. Hal ini juga disunnahkan berdasarkan ijma’ atau kesepakatan para ulama. Lalu siapakah yang melakukan tahnik, bisa ditelusuri di sini.
8- Disunnahkan memberi nama pada si buah hati pada hari lahirnya.
9- Disunnahkan memberi nama yang terbaik bagi anak dan sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah.
10- Boleh meminta orang sholih untuk memberikan nama pada anak.
11- Hendaknya memberi kabar kematian pada orang lain dengan lemah lembut.
12- Boleh menggunakan kata-kata kiasan yang seolah-olah mengandung dusta ketika hajat (dibutuhkan).
Semoga Kisah Nyata Diatas Menjadi Hikmah dan Pelajaran Bagi Kita Semua.. Amin
Kisah Semut Yang Tawakkal
KISAH TELADAN DARI SEEKOR SEMUT YANG BERIMAN
Di
zaman Nabi Sulaiman terjadilah suatu peristiwa, waktu itu Nabi Sulaiman
melihat seekor semut melata di atas batu; lantas Nabi Sulaiman merasa
takjub dan heran bagaimana semut tersebut bisa bertahan hidup di atas
batu yang kering di tengah-tengah padang pasir yang gersang dan tandus.
Nabi Sulaiman pun bertanya kepada semut itu: “ Wahai semut bagaimana
cara kamu dapat makanan? Apakah kamu yakin bisa memperoleh makanan yang
cukup untuk kamu bisa bertahan hidup”.
Jawab semut: “Aku tidak berbohong, aku tidak berbohong, kalau aku ada di atas batu aku pasti makan apapun sehingga banyaknya sama seperti sebiji gandum untuk satu bulan, itu karena makanan yang aku cari sendiri dan rezeki itu datangnya dari Allah dan Allah tidak pernah lupa padaku. Tetapi bila kamu masukkan aku dalam kotak yang tertutup, rezekiku bergantung padamu dan aku tak percaya kepada mu, itulah sebabnya aku makan setengah saja supaya tahan dua bulan. Aku takut kamu lupa…”.
Akhirnya Nabi Sulaiman tersenyum dan mengerti dengan penjelasan semut tersebut…
Demikianlah
seekor semut sahabat Nabi Sulaiman telah mengajarkan kita makna hakiki
sebuah kemerdekaan, sebuah kemandirian. Kebebasan yang sejati adalah
manakala kita hanya menggantungkan keyakinan diri kita hanya kepada
Tuhan sang Khalik, Sang Pencipta. Dan tidak menggantungkan diri kita kepada selain Nya, yang bernama makhluk, yang diciptakan.
Inilah
harga diri yang mesti kita tanamkan, inilah martabat dan kemulyaan
orang yang beriman. Dengan keyakinan tersebut sejarah mencatat peradaban
umat manusia telah ditulis dengan tinta emas betapa kemulyaan
perjuangan para Nabi yang diwariskan kepada umat manusia. Inilah prinsip
perjuangan seluruh Nabi untuk menundukkan diri hanya kepada Tuhan
semesta alam, tiada sekutu bagi Nya.
Dalam
Agama telah sangat jelas disebutkan bahwa manusia yang merdeka, manusia
yang mempunyai jiwa yang lapang adalah manusia yang sholatnya,
ibadahnya, hidupnya, serta matinya hanya untuk Allah semata.
Sesungguhnya inilah makna yang sebenarnya dari konsepsi keesaan Tuhan.
Manakala
setiap tutur kata dan tingkah laku kita senantiasa terjaga dari hal
yang sia-sia, terjaga dari keburukan, karena dalam diri telah tertancap
keyakinan bahwa segala perkataan dan perbuatan kita senantiasa diawasi
oleh Allah tanpa satu detikpun terlewatkan. Bahkan niat kita yang masih
didalam hatipun Allah mengetahui. Sehingga dari keyakinan tersebut,
timbul kesadaran untuk mendedikasikan hidup dan kehidupan kita karena
Allah semata.
Sebagai
seorang beriman tidak perlu ada keresahan, kegalauan, atau ketakutan
dalam diri. Sesungguhnya Allah Maha Benar, Dia Maha Mengetahui apa yang
terbaik bagi hamba-Nya. Kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kelaparan
atau apapun permasalahan yang dihadapi manusia bukanlah bentuk
kebencian atau ketidak pedulian Allah. Karena Tuhan tak pernah
menganiaya hambanya, Dia tidak mungkin berbuat zalim. Sekiranya diantara kita ada yang masih menganggur belum bekerja jangan pernah berputus asa, karena rezeki bukan hanya dengan cara bekerja pada suatu perusahaan. Sekiranya anda belum dapat melanjutkan sekolah, jangan pernah pesimis dengan masa depan karena kebahagiaan dapat ditempuh dengan berbagai cara. Sekiranya diantara kita ada yang sakit, pantang menyerah untuk berobat dan bersabar karena Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan amal dan upaya kita.
Saat manusia menyandarkan segala sesuatunya kepada makhluk atau benda yang akan didapat hanyalah ketidak sempurnaan serta kekecewaan. Bisa jadi di awal dia akan mendapat keuntungan tetapi itu hanya kesenangan sesaat. Namun bila kita menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah, maka ketentraman dan kebahagiaan sejati yang akan kita dapat. Karena Allah Maha Sempurna lagi Maha Penguasa setiap makhluk. Menyandarkan hidup hanya kepada Allah adalah solusi dalam menghadapi segala cobaan dan permasalahan kehidupan.
Dengan demikian, manusia yang beriman tidak akan pernah dan tidak akan mau menerima uang SOGOKAN. Dia akan meyakini bahwa rezeki didapat bukan dengan cara-cara seperti itu. Dia akan mencontoh keyakinan seekor semut seperti cerita diatas. Dan jangan sampai iman manusia dikalahkan oleh iman seekor semut!
Dan Janganlah kalian terlalu cepat mengambil keputusan dan persangkaan sebelum kamu mempelajarinya terlebih dahulu dan mendengar penjelasan dari pihak pihak yang terkait.
Semoga Bermanfaat.
Allahu Ta’ala A’lam
Film Penistaan Nabi Muhammad Mengantarkan ‘Mr. Bean’ Masuk Islam
Alhamdulillah, segala makar yang dibangun kaum Islamphobia justru mengantarkan Mr. Bean pada hidayah dan masuk Islam.
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali-Imran: 54)
Beberapa jaringan situs berita di jejaring sosial dan situs-situs
lain pada hari Selasa (01/10/13) berbagi berita tentang keislaman
komedian internasional Rowan Atkinson atau yang lebih dikenal Mr. Bean.
Pelawak terkenal Mr.Bean mengejutkan dunia keartisan dengan mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.
Situs Shada Biladi mengutip perkataan Mr.Bean yang menjelaskan bahwa
film yang melecehkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan alasan
utama yang mendorong dia untuk mengetahui Islam. Tanpa ragu, Mr Bean di
channel media mengangkat satu jari mengisyaratkan syahadat.
Masih menurut situs itu, Syaikh Rasyid Al-Ghannushi mengirimkan pesan
ucapan selamat kepada Mr Bean dan mendoakannya agar tetap istiqomah di
atas kebenaran. Sebelumnya Syaikh Al-Ghannushi memiliki hubungan dengan
Mr Bean di London.
Film yang melecehkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam
merupakan alasan utama yang mendorong dia untuk mengetahui Islam. Tanpa
ragu, Mr Bean di channel media mengangkat satu jari mengisyaratkan
syahadat.
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka,
tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang
kafir membencinya”. (Ash-Shaaf 8)
Profil Rowan Sebastian Atkinson
Rowan lahir 6 Januari 1955, ia adalah seorang pelawak, pemeran, dan
penulis Inggris, terkenal karena film seri televisi Blackadder dan Mr.
Bean. Menurut The Observer, ia adalah salah satu dari 50 orang terlucu
di Inggris. Ia dilahirkan di Consett, County Durham pada 1955dari
keluarga Eric Atkinson, seorang petani dan direktur perusahaan, dan
istrinya Ella May (née Bambridge). Kakaknya adalah politikus Rodney
Atkinson.
Ia bersekolah di Durham Choristers School, kemudian St Bees School,
dan mempelajari teknik elektro di Newcastle University. Ketika di
sekolah, ia sekelas dengan mantan perdana menteri Tony Blair. Ia
kemudian meraih gelar M.Sc. dari Queens College, Oxford.
Siapa Syeikh Rashid?
Syeikh Rashid adalah seorang ulama pejuang dan revolusioner Tunisia.
Pengaruh pemikiran Sayyid Qutb dan Hasan al-Banna, membuatnya bersama
Omar al-Bashir, Presiden Sudan menjadi dua tokoh Ikhwanul Muslimin di
utara Afrika dan Tunisia.
SYEIKH Rashid al-Ghannushi disebut-sebut sebagai sahabat yang membuat Rowan Atkinson atau lebih dikenal dengan sebutan Mr Bean.
Syeikh Rashid adalah seorang ulama di Tunisia dan pengikut Ikhwanul
muslimin dan satu pemikiran dengan Sayyid Qutb dan Hasan al-Banna
Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Al-Anfaal: 30)
Kisah Umat Terdahulu, Pompeii Kisah Tragis Kota Perzinahan Yang Dikutuk
Kota pompiii terletak digaris laut Mediterania, dekat kota Naples
(Neapolis) di Italias Selatan. Pompeii adalah kota besar dan ramai
semasa pemerintahan Kaisar Romawi Neron. Kota ini termasuk daerah koloni
orang-orang Romawi, yang dihuni oleh 20.000 jiwa, 40% dari mereka
adalah kalangan budak. Pompeii menjadi kota yang makmur dari tempat
pesiar di musim panas yang dilengkapi villa-villa, kuil atau candi,
gedung-gedung teater atau pertunjukan, pemandian dan arena laga
(colisium/colesseum).
Sekrang ini, tidak ada yang tersisa dari kota ini selain berkas
peninggalan kuno. Pompeii terletak di bawah gunung berapi Vasuvius yang
memiliki ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Kota pompeii hancur
akibat ledakan hebat gunung Vasuvius, ledakan super dahsyat yang
mengubur kota Pompeii dan kota Herkulaneum.
Letusan gunung mulai memuntahan lava panas pada siang hari, 24
Agustus 79 M ( 491 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad), yang
mnyebabkan awan asap berlapis-lapis bagaikan pohon Shanbir yang menutup
matahari, metubah siang menjadi gelap yang berkepanjangan. Penduduk kota
Pompeii berusaha lari dan mengurung diri di dalam rumah untuk
menyelamatkan diri, akan tetapi tidak ada gunanya. Hari itu adalah hari
raya dewa api dalam keyakinan Romawi. (subhannallah ‘ amma yusyrikun)
Kota pompeii terkubur lava panas dan material gunung selama 1668
tahun hingga ditemukan pada tahun 1748 M, yaitu bersamaan ditemukannya
kota Herkulaneum (herculaneum). Dari penemuan itu berhasil ditemukan
korban meninggal dalam keadaan utuh tanpa ada kerusakan bahkan hingga
gigi mereka (tetap utuh). Mimik muka yang menyatukan semua korban adalah
rasa takut dan rasa terbelalak. Pada satu tempat ditemukan mayat-mayat
yang keras membatu. Karena debu-debu lahar yang beracun yang bisa kita
anggap sebagai alami-masuk kebagian dalam tubuh yang basah, sehingga
menjaga bentuk dan rupa manusia serta binatang sebagaimana adanya.
Dari penemuan ini terungkap bagaimana krakteristik kota yang kaya
serta kemakumuran yang dirasakan oleh masyaraktnya pada waktu itu.
Banyak orang kaya yang hidup mewah bangga dengan kekayaan mereka. Dikota
ini terdapat jaringan (instalasi)air di dalam rumah , kamar mandi umum
dan jalan-jalan yang tersusun rapi dengan batu-batu, ada juga pelabuhan
laut yang cangih, begitu pula panggung-panggung sandiwara , dan
pasar-pasar. Sisa dan jejak peninggalan mereka menunjukkan perhatian
mereka terhadap seni dan ukiran (pahatan), dan masyarakat penghuni kota
ini adalah warga Romawi kuno dengan semua tingkatan dan status sosial
yang termasuk budak.
Maksiat Yang Merebak Di dalam sejarahnya, para penduduk kota Pompeii
gemar dan paling nomor satu dalam hal maksiat. Mereka sering menggelar
perzinaan di rumah – rumah mereka, di jalan – jalan, bahkan hampir
setiap rumah adalah rumah pelacuran. Banyak juga para pendatang dari
Yunani dan Venesia yang ‘menikmati’ wanita – wanita disana, berhubung
kota itu juga menjadi pelabuhan yang aman oleh para pelaut. Suatu
pertanda bahwa masyarakat itu (Pompeii) adalah masyarakat yang rendah,
bahkan lebih rendah dari binatang.
Sebelum kota ini hancur terkubur, masyarakat diwaktu itu tidak
menggubris tanda-tanda akan terjadinya letusan gunung. Mereka tidak
ambil dengan goncangan-goncangan kecil manapun goncangan kuat., tidak
pula terhadap awan putih yang menggumpal di atas kawah gunung. Manusia
disaat itu tidak belajar dari gempa bumi yang pernah menghancurkan kota
mereka 17 tahun sebelumnya. Mereka tidak mengubris seruan kaisar Romawi,
Neuron supaya meninggalkan kota. Berangkali alasan mereka adalah mereka
memandang letusan gunung berpai membawa banyak kebaikan. Debu yang
dibawa sangat kaya dengan bahan mineral yang bisa menjadi pupuk bagi
tanaman mereka sehinga berbuah lebat. Air hujan yang turun kepada mereka
dan mengairi tanaman yang disebabkan adanya gunung berapi tersebut yang
selalu mendatangkan awan. Banyak tanda dan alamt akan terjadi letusan
hebat. Beberpa hari sebelumnya terjadi goncangan hebat (gempa bumi) yang
mengerikan sebagian sumur, juga mematikan sumber-sumber mata air,
sementara anjing-anjing menggonggong sedih atas diamnya burung-burung.
Semua tanda itu tidak di indahkan oleh penduduk kota hingga di waktu
dhuha, sementara mereka sibuk berdagang dan canda tawa, ditengah hari
tanggal 24 Agustus 79 M, manusia mendengar hiruk pikuk yang
menghebohkan, batu-batu besar terbelah, disusul lahar panas, asap, debu
yang terbang tinggi mengarah kelangit kemudian setengah jam berikutnya
semuanya jatuh menimpa kepala penduduk kota Ponpeii. Sebagian dari
mereka berhasil meyelamatkan diri ke pelabuhan, dan yang lain
bersembunyi dirumah-rumah dan gedung. Setelah itu mereka semua berubah
menjadi mayat yang membatu. Pada penggalian jejak kota ini ditemukan
kurang lebih 2000 mayat. Banyak dari mereka tergencat bebatuan yang
berjatuhan menimpa atap-atap rumah dan gedung.
Beberapa jam kemudian, lahar panas yang berlimpah ruah mengubur kota
tersebut dan membumihanguskan semua bentk tanda-tanda kehidupan di sana.
Akhirnya kota tersebut terkubur hingga 3 meter oleh lahar panas dan
debu. Setelah kejadian semburan batu panas dari Gunung Vesuvius, maka
banyak ditemukan mayat – mayat bergelimpangan, dan banyak pula yang mati
sedang melakukan maksiat (zina), ada juga yang melakukannya dengan
sejenis dan bahkan diketahui ada yang masih berusia belia.
Na’udzubiLLahi min dzalik.
Mirip memang dengan peristiwa kaum Luth –‘alayhis salaam- (kaum
penghuni kota Sodom) yang Alloh luluhlantahkan dengan hujan batu.
penghuni kota Sodom) yang Alloh luluhlantahkan dengan hujan batu.
“ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya.
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan
siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak
terduga)/ tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang
yang merugi.”*(QS. Al-A’raf :96-99)
Allah membinasakan penduduk kota Romawi, Pompeii, karena mereka
berbuat aniaya dimuka bumi dan banyak merusak disetiap lini kehidupan.
Diantara mereka senang mengadakan pertunjukan pertarungan antara manusia
dengan manusia atau dengan binatang buas, yang berakhir hingga matinya
salah satu peserta laga.
Sumber : Majalh Qiblati edisi 09
Langganan:
Postingan (Atom)



